semoga.. tulisan2 yg ada di blog ini ada salah satu yg dapat membantu anda, terima kasih untuk berkunjung
keajaiban surat Al Waqiah
Kisah yang ditulis oleh Muhammad Makhdlori dalam satu buku yang berjudul ”Keajaiban Mambaca Al-Qur’an. Kisah jelasnya begini ;
Ada seorang petani yang ditimpa kerugian besar hingga mengalami depresi akut yang kian hari tambah memenatkan otaknya. Sementara hasil panen yang ditunggu-tunggu malah diserang hama hingga dirinya seakan-akan tidak punya harapan untuk menutup hutangnya di Bank. Modal habis, tanaman kentangnya ludes hingga dirinya mengalami puncak kesialan. Rumah satu-satunya rupanya sudah diincar oleh bank karena jatah waktu penyetoran sudah beberapa bulan tidak dapat menutupnya. Dia bingung, mau mencari hutang malah menambah problem baru, tidak hutang dari pihak debt collector sudah memberikan batas waktu sekitar satu bulan lagi harus menyelesaikan tanggungannya. Padahal uang yang harus dibayar tidak sedikit. Disela-sela pikirannya pernah tersirat keinginan untuk bunuh diri, tetapi niat itu diurungkan karena walau bagaimana itu bukan penyelesaian yang terbaik.
Hingga pada suatu hari, ia pergi pada salah seorang yang dipandang linuwih (orang pintar) didaerahnya. Ia mencoba untuk berkeluh kesah dari A sampai Z agar pada Pak Kiai yang bernama Mbah Nasir yang sekarang sudah almarhum memberikan pitutur sekedar wejangan penenang hati.
”Secara materi saya tidak bisa membantu, tetapi hanya bisa memberikan jalan keluar barangkali bisa menyelesaikan masalahmu. Inipun tergantung kemantapan dan keyakinanmu untuk melaksanakan. Karena jika kamu mantap dan benar-benar meminta bantuan pada Allah SWT, maka pasti akan ada jalan keluar walaupun dengan cara yang tidak disangka-sangka datangnya.” Jelas Sang Kiai.
Peripun Mbah (Gimana Mbah) apa yang dapat kuperbuat?” tanyanya masih belum mengerti.
”Bacalah Surat Al-Waqi’ah sebanyak-banyaknya setiap malam selama 40 hari jangan sampai bosan. Dan itu saja.” ungkap sang Kiai.
Tidak ada cara lain kecuali dirinya mengikuti pesan atau anjuran dari sang Kiai yang baru saja dikunjungi olehnya. Maka dengan anjuran sang Kiai, setiap malam ia pun pasti berdzikir ayat-ayat Al-Qur’an tepatnya surat Al-Waqi’ah sebanyak-banyaknya dari habis isya’ sampai menjelang Subuh, begitu seterusnya sampai pada hitungan waktu empat puluh hari.
Namun sejauh ia melaksanakan dzikir Surat Al-Waqi’ah, sejauh ini juga belum ada tanda-tanda pertolongan dari siapa pun yang ingin memberi pertolongan. Karena itu, ia masih gundah dan gelisah, karena waktu yang sudah ditentukan oleh debt collector bank sudah lewat beberapa hari. Ia menduga kalau penagih bank sudah siap menyita rumahnya. Dan dia juga berpikir dimana ia akan bertempat tinggal kalau rumah satu-satunya benar-benar disita oleh pihak bank. Yang aneh, walau jangka waktu yang ditentukan oleh pihak bank sudah terlewati, namun tukang penagih bank juga tak kunjung datang kerumahnya. ”Apakah ini yang dimaksud pertolongan?. Gumamnya dalam hati.
Karena tidak betah, ia segera berkunjung ke bank maksudnya untuk menanyakan permasalahan tersebut kenapa rumahnya tidak disita dan kenapa pihak bank tidak datang kerumahnya. Tetapi aneh sungguh aneh, ketika sampai di bank malah bagian kasir dengan tersenyum dan menawarkan pinjaman kepadanya dengan ramah. Dia pun sangat kaget mendengar apa yang disampaikan oleh kasir bank, dan tak mengeri merasakan hatinya sangat kaget.
”Loh! Bukannya rumah saya mau disita tapi kenapa….? ungkapnya terputus.
”Bapak kemarin kan sudah melunasi hutangnya, dan sekarang jika bapak mau pinjam biar saya buatkan brosur peminjaman yang baru. Tawar sang kasir.
”Subhanallah……. Maha Suci Engkau Yaa Allah, sungguh Engkau telah memberikan pertolongan kepada hambanya yang mau bersungguh-sungguh memintanya. Alhamdulillah…. terima kasih ya Allah”. Seketika ia pun bersujud dilantai bank dan tidak peduli banyak orang yang melihatnya termasuk sang kasir yang ada didepannya pun tidak tau maksud apa yang ia kerjakan.
kaskus
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment